Kamis, 03 Januari 2013

REKURSIF




 

                                                            
Fungsi rekursif adalah fungsi yang memanggil dirinya sendiri.  Fungsi ini akan terus berjalan sampai kondisi berhenti terpenuhi, oleh karena itu dalam sebuah fungsi rekursif perlu terdapat 2 blok penting, yaitu blok yang menjadi titik berhenti dari sebuah proses rekursi dan blok yang memanggil dirinya sendiri.
Contoh – contoh penerapan rekursif:
1. Fungsi cetak ke layar
Fungsi ini mencetak  nilai dari paremeter yang dilempar kepadanya.  Jika nilai dari parameter tersebut  > 0, fungsi akan mencetak nilai dari parameter tersebut dan kemudian memanggil dirinya lagi, jika tidak, program berhenti.



Untuk melihat lebih jelas, terapkan fungsi di atas dalam sebuah program.

2. Fungsi pangkat
Fungsi ini digunakan untuk menghitung nilai: X
n dengan n berupa bilangan bulat positif.  Solusi dari persoalan ini:
jika n = 1 MAKA X
= X
selain itu  X
n = X * Xn-1
Sebagai contoh diambil nilai X=5 dengan n=3, pelukisan proses pemecahannya:



Berikut adalah fungsi pangkat dengan menggunakan solusi di atas:



a adalah bilangan yang dipangkatkan, sedangkan b adalah bilangan pemangkatnya.  Jika nilai dari b adalah 1, return a, lainnya return a dikali dengan fungsi pangkat dengan parameter a dan b-1.  Untuk lebih jelas, terapkan dalam program.



3. Fungsi faktorial
Faktorial dapat dibuat dengan menerapkan rekursi.  Berikut ini adalah fungsi faktorial rekursif dari sebuah program.



Fungsi faktorial diatas akan melakukan rekursi selama nilainya > 1.  Pelukisan penyelesaiannya:




Jumat, 28 Desember 2012

KESIMPULAN



Kesimpulan :


Menurut saya kita belajar sebuah materi algoritma untuk memahami pemrograman logika metode dan tahapan (urutan) sistematis yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan. Algoritma dapat dituliskan dengan banyak cara, mulai dari menggunakan bahasa alami yang digunakan sehari-hari, simbol grafik bagan alir (flowchart), sampai menggunakan bahasa pemrograman seperti bahasa C atau C++. Oleh karena itu kita bisa memahami arti dari sebuah pemrograman tersebut.
Algoritma sangat berperan penting juga dalam pembangunan suatu software dan penting juga untuk mempelajari arti arti dari sebuah bahasa pemrograman C atau C++ . 
Kesan kesan saya adalah di setiap pembelajaran praktikum algoritma merasa disana saya diajari bagaimana cara menggunakan bahasa pemrograman C atau C++. Dan saya juga senang belajar algoritma karena kedepannya sangatlah penting bagi seorang programer dan analis.

VOID

VOID

 

   

Void adalah tipe data yang digunakan untuk tipe suatu fungsi yang tidak mengembalikan nilai. Void itu digunakan biasa nya untuk sebuah function atau procedure yang tidak membutuhkan nilai balik. Input dalam tipe data void disebut dengan “Parameter”.
Ciri :
1. Tidak adanya keyword return.
2. Tidak adanya tipe data di dalam deklarasi fungsi.
3. Menggunakan keyword void.
4. Tidak dapat langsung ditampilkan hasilnya.
5. Tidak memiliki nilai kembalian fungsi.
Contoh program :
Void lpp (int p, int l)
{
Int luas;
Cout<<”Luasnya adalah = “<<luas;
}
void main()
{
  lpp (6,5);
  lpp (7,3);
  lpp (8,4);
getch();
}

ARRAY

Array

 
Kumpulan variabel memiliki tipe data yang sama
Variabel bisa simpel (char, float, double, int) atau tipe data kompleks (struct, pointer, class)
Setiap elemen array ditandai dengan nama array dan diikuti dengan tanda kurung siku buka dan tutup dimana didalamnya terdapat jumlah elemen array
Elemen array harus dinyatakan sebagai non negatif integer
Contoh Program :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
main()
{
int a[5]={10,15,20,25,30};
int b[5]={10,20};
int c[5]={15,0,30};
int j;

// Menampilkan nilai dari element array
cout<<endl;
for(j=0;j<5;j++)
{
cout<<"A ["<<j<<"] = "<<a[j]<<" , B ["<<j<<"] = "<<b[j]<<" , C ["<<j<<"] = "<<c[j]<<endl;
}
getch();
}
Outputnya 

Fungsi Input Dan Output Dalam C++

Fungsi Input dan Output Dalam C++

 

   

 

Berbicara tentang input dan ouput data dalam C++ tidak jauh dari penggunaan keyboard untuk input dan tampilan layar monitor untuk output. Dalam C++ menggunakan berbagai macam format untuk input dan output tergantung dari penggunaan file header yang digunakan, kemudian yang akan dibahas kali ini adalah penggunaan 2 standar input dan output dasar yang sering digunakan dalam C++ dengan format yang berbeda.
 
1. Input (Memasukkan Data)

Dengan menggunakan #include <stdio.h> bagi yang belum tahu fungsi stdio.h lihat artikel sebelumnya aturan dan perintah dasar c++
 

a. Fungsi scanf()

fungsi scanf() berguna untuk meninput data baik berupa bilangan, karakter, ataupun kalimat secara terformat. Berikut format-format yang digunakan untuk scanf() :

%c : Membaca sebuah karakter

%s : Membaca sebuah string

%i, %d : Membaca sebuah bilangan bulat (integer, desimal)

%f, %e : Membaca sebuah bilangan pecahan (real, float)

%o : Membaca sebuah bilangan octal

%x : Membaca sebuah bilangan heksadesimal

%u : Membaca sebuah bilangan tak bertanda

b. Fungsi gets()

fungsi gets() berguna untuk memasukkan data bertipe karakter, tanpa penggunaan format seperti scanf(), dan tidak dapat untuk menginput data numeric ataupun string.

c. Fungsi getchar()

fungsi getchar berguna untuk membaca data yang bertipe karakter.



Dengan menggunakan #include <iostream.h> bagi yang belum tahu fungsi iostream.h lihat artikel sebelumnya aturan dan perintah c++


a. Fungsi cin >> var

fungsi cin >> berguna untuk menginput data berupa numerik, string, dan karakter. Var dapat lebih dari satu variabel (cin >> var >> var) dan dapat berupa karakter.

b. Format : cin.get.(var, sizeof(var)), penggunaan format ini untuk menginput string lebih dari satu kata atau seperti kita menekan spasi, tetapi akan terjadi kesalahan jika satu program digunakan lebih dari satu kali. Dan untuk menangani ini lebih baik menggunakan format cin.getline(var, sizeof(var)).

c. Format : cin.getline(var, sizeof(var)).


2. Output (Menampilkan Data)

Dengan menggunakan #include <stdio.h> 

a. Menampilkan output ke layar monitor

Fungsi printf() berguna untuk menampilkan semua jenis data (number, string, dan karakter)

Fungsi puts() digunakan untuk menampilkan data string dan secara otomatis akan pidah baris (new line).

Fungsi putchar() digunakan untuk menampilkan sebuah karakter.

b. Mengatur tampilan output

Bentuk sintaks :

printf(”%m,nf”, var)

m : Menyatakan banyaknya digit angka

n : Menyatakan banyaknya digit angka dibelakang koma

var : variabel bertipe float yang akan ditampilkan

Contoh

printf(”%5.2f”, nilai); ”berarti yang akan ditampilkan angka sebanyak 5 digit dan 2 digit angka dibelankang koma”


Dengan menggunakan #include <iostream.h>

Menampilkan output ke layar monitor

Bentuk sintaks

cout << var;

cout << konstanta;

Fungsi cout << dapat digunakan untuk menampilkan semua jenis data (numeric dan karakter) yang dapat berupa nilai, karakter ataupun konstanta.
Sekian Tentang Fungsi Input & Output, Stay Enjoy Read My Blog Oke :)
Sumber : http://dickynd.wordpress.com/2008/11/15/fungsi-input-dan-output-dalam-c/